Sentratama Sejahtera – Surabaya distributor for centrifugal pump, submersible pump, and metering pump

Ebara, Equal, Franklin, Grundfos, Lowara, Pulsafeeder, Torishima, Showfou, Tsurumi, Sihi, Distributor Pompa Industri, etc.

 

Archive for the ‘ Featured ’ Category

Centrifugal Pump

March 16, 2009 | Comments Off on Centrifugal Pump | Featured

Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump)

Pompa sentrifugal adalah suatu Alat / mesin untuk memindahkan cairan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran impeler.

Pompa sentrifugal mengubah enegi kecepatan menjadi energi tekanan. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin kecepatan karena semakin cepat putaran pompanya maka akan semakin tinggi tekanan (head) dihasilkan.

Cara kerja pompa sentrifugal :

Cairan masuk ke impeler dengan arah aksial melalui mata impeler (impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu-sudu impeler (impeller vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeler.

Ketika cairan tersebut, meninggalkan impeler, cairan tersebut dikumpulkan didalam rumah pompa (casing). Salah satu desain casing dibentuk seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeler dan mengarahkannya ke discharge nozzle.

Discharge nozzle dibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan aliran yang tinggi dari impeler secara bertahap turun. Kerucut ini disebut difuser (diffuser).

Pada waktu penurunan kecepatan di dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi energi tekanan.

Keuntungan dan kerugian pompa sentrifugal :

Keuntungannya :

* Merupakan jenis yang paling umum/ banyak digunakan

* Konstruksinya sederhana

* Operasinya andal

* Harganya murah

* Kapasitasnya besar

* Efisiensinya bagus

* Dapat digunakan untuk suhu tinggi

Kerugiannya :

* Cocok untuk cairan yang viskositasnya rendah

* Tidak self priming, walaupun dengan desain khusus dapat dibuat menjadi self priming

* Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil

Kapasitas Pompa

Kapasitas pompa adalah banyaknya cairan yang dapat dipindahkan oleh pompa setiap satuan waktu .

Dinyatakan dalam satuan volume per satuan waktu, seperti :

* Liter per detik (L/s)
* Liter per menit (LPM)
* Cubic meter per hour (m3/hr)

Head Pompa

Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan

sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair,

yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang (meter).

Submersible Sump Pump

January 19, 2009 | Comments Off on Submersible Sump Pump | Featured

Sump Pumps are used in applications where excess water must be pumped away from a particular area. They generally sit in a basin or sump that collects this excess water, hence the name basin sump pump, or simply sump pump. While most people are familiar with sump pumps due to their high level of residential use, Sump Pumps in this context purely refers to the industrial styles. Sump pumps, in general, is a category that encompasses a number of styles of pumps that are used to pump out collected fluid. This classification includes bilge and ballast pumps, centrifugal pumps, cantilever pumps, sewage pump pumps, submersible sump pumps and utility pumps, among others. All of these styles may be driven by any of the following power sources, AC power, DC power, hydraulically actuation, or water powered sump pumps.

When selecting between the available styles of sump pumps, the most important specifications to consider include the size of the pump and the size of the sump pump pit into which it will be placed, as well as maximum discharge flow, maximum discharge pressure, discharge size, and media temperature. In general sump pumps are known for their reliability, as they are the first line of defense against the potential disasters associated flooding. Sometimes, however, sump pumps do break down and the resultant damage to equipment and the time and money lost due to clean-up and down-time can be staggering. To solve this problem, there are battery back-up sump pumps, which can function if the main power system breaks down. Back-up sump pumps are a wise choice if one thinks of the potential disasters.

Additionally, routine maintenance and sump pump repair schedules should be adhered to, to make sure that proper functionality is maintained. Periodic inspection of the sump pump pit should also be conducted to make sure that large solids or other items are not in a position that could clog the pump system and cause failure

Deep Well Submersible Motor

December 23, 2008 | Comments Off on Deep Well Submersible Motor | Featured

Motor Submersible Deep Well untuk pompa sumur dalam dia 4″ ~ 6″ atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat

FRANKLIN Electric motor dapat dipasang di setiap pompa Submersible berbagai merk, dengan pendingin hanya air bersih biasa, Starter DOL maupun Star Delta, Frekuensi 50 / 60 Hz

Bahan Stainless Steel 316 dapat dilayani atas permintaan

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS

Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih.

Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.

Dengan menggunakan SUMUR BOR DALAM (DEEP WELL DRILLING) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek / tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter.

Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai , kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa .

Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS MENGATASI AIR KUNING, BAU / ZAT BESI YANG TINGGI

Di sebagian besar wilayah Indonesia, banyak dikeluhkan kondisi air yang kuning, Bau besi atau bau karat serta mengandung Zat besi ( Fe ) yang diambang batas yang diperbolehkan oleh PDAM/PAM.

Hal ini dikeluhkan karena sifatnya yang merusak jika digunakan, Kondisi ini banyak merugikan pengguna air, Biasanya dengan melakukan pengeboran yang dalam Kondisi air ini dapat diatasi,

hanya saja di beberapa daerah kondisi pengeboran yang dikarenakan lokasi di kedalaman tertentu memiliki kontur tanah berbatu sehingga untuk beberapa perusahaan pengeboran local (Tukang Pantek sumur) tidak dapat diatasi karena keterbatasan alat-alat pengeboran.

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS UNTUK MENGATASI AIR ASIN / BERGARAM

Di beberapa daerah di pesisir pantai kebutuhan air tanah atau air tawar juga sangat tinggi , dikarenakan air tanah yang tawar ini merupakan kebutuhan vital bagi sumber kehidupan penduduk di sekitarnya.

Hanya saja kegiatan explorasi untuk memperoleh air tawar dan bersih di lokasi pesisir pantai dirasa cukup sulit hal ini dikarenakan pengeboran yang relative sangat dalam bahkan bisa mencapai 200 meter lebih.

Dengan pembuatan sumur bor air dalam/artesis kesulitan untuk memperoleh air bersih ini dapat dilakukan dengan baik, dan banyak hotel, resort yang dipinggir pantai memanfaatkan sumber air ini untuk aktifitas komersial mereka.

PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK

Salah satu tekhnik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (AKUIFER) adalah dengan metoda GEOLISTRIK.

Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (AKUIFER) di dalam tanah.

Dengan menggunakan tekhnik RESISTIVITY maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air.

Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik .

Dikarenakan Peralatan GEOLISTRIK ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu.

Kegiatan survey GEOLISTRIK ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

Metering Pump

December 16, 2008 | Comments Off on Metering Pump | Featured

PULSAFEEDER Metering Pump adalah pompa pembubuh cairan kimia berkualitas tinggi yang menggunakan system Mechanical dan Electronic Diaphragm

Keistimewaan :

Pembatas tekanan, pompa akan berhenti secara otomatis bila mengalami tekanan balik

Komponen pompa terbuat dari bahan tahan kimia seperti SAN / PVC / PP / Teflon / PVDF

Kontruksi modular, komponennya mudah diganti, tidak perlu alat khusus

Metering Pumps are positive displacement chemical dosing devices with the ability to vary capacity manually or automatically, as process conditions require. Metering pumps feature a high level of repetitive accuracy and are capable of pumping a wide range of chemicals including acids, bases, corrosives, or viscous liquids and slurries. Metering pumps are usually driven by a constant speed AC motor, although different drive mechanisms may be used depending upon the application at hand including fixed speed, variable speed, electric drive, solenoid drive, and magnetic drive. The drive mechanism translates the rotary motion of the driver into reciprocating movement. Industrial duty metering pumps will submerge this portion of the pump in an oil bath to assure reliability during continuous operation. Pump flow rate is adjustable by varying stroke length, effective stroke length or stroking speed.

Most metering pumps are supplied with a micrometer screw adjustment. An electronic or pneumatic actuator may be used to replace the micrometer, if the pump flow rate needs to be altered in response to a process signal. Changing the number of pump heads in use by the device is another way to increase pump flow rate. Metering pumps with two heads can double the flow capacity of a single pump device. Pumps are also available with three or more heads to maximize flow rate. Metering pumps transfer media in two stages: the intake stroke and the output stroke.

During the intake stroke, liquid is pulled into the pump cavity past the inlet check valve. During the output stroke, the inlet valve closes; the outlet valve opens, and the fluid is forced out. The flow may be varied by changing the stroke length or by adjusting the cycle frequency.Metering pumps are generally used in applications where one or more of the following conditions exist: low flow rates in mL/hr or GPH are required; high accuracy feed is required; high system pressure; corrosive, hazardous, or high temperature media is being transported; the media has a high viscosity or is a slurry; dosing is controlled by computer, microprocessor, DCS, PLC, or flow proportioning.

Submersible Deep Well Pump

December 16, 2008 | Comments Off on Submersible Deep Well Pump | Featured

Submersible Deep Well Pump adalah pompa sumur dalam dia 4″ ~ 6″ atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS

Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih.

Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.

Dengan menggunakan SUMUR BOR DALAM (DEEP WELL DRILLING) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek / tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter.

Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai , kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa .

Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS MENGATASI AIR KUNING, BAU / ZAT BESI YANG TINGGI

Di sebagian besar wilayah Indonesia, banyak dikeluhkan kondisi air yang kuning, Bau besi atau bau karat serta mengandung Zat besi ( Fe ) yang diambang batas yang diperbolehkan oleh PDAM/PAM.

Hal ini dikeluhkan karena sifatnya yang merusak jika digunakan, Kondisi ini banyak merugikan pengguna air, Biasanya dengan melakukan pengeboran yang dalam Kondisi air ini dapat diatasi,

hanya saja di beberapa daerah kondisi pengeboran yang dikarenakan lokasi di kedalaman tertentu memiliki kontur tanah berbatu sehingga untuk beberapa perusahaan pengeboran local (Tukang Pantek sumur) tidak dapat diatasi karena keterbatasan alat-alat pengeboran.

SUMUR BOR DALAM / ARTESIS UNTUK MENGATASI AIR ASIN / BERGARAM

Di beberapa daerah di pesisir pantai kebutuhan air tanah atau air tawar juga sangat tinggi , dikarenakan air tanah yang tawar ini merupakan kebutuhan vital bagi sumber kehidupan penduduk di sekitarnya.

Hanya saja kegiatan explorasi untuk memperoleh air tawar dan bersih di lokasi pesisir pantai dirasa cukup sulit hal ini dikarenakan pengeboran yang relative sangat dalam bahkan bisa mencapai 200 meter lebih.

Dengan pembuatan sumur bor air dalam/artesis kesulitan untuk memperoleh air bersih ini dapat dilakukan dengan baik, dan banyak hotel, resort yang dipinggir pantai memanfaatkan sumber air ini untuk aktifitas komersial mereka.

PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK

Salah satu tekhnik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (AKUIFER) adalah dengan metoda GEOLISTRIK.

Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (AKUIFER) di dalam tanah.

Dengan menggunakan tekhnik RESISTIVITY maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air.

Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik .

Dikarenakan Peralatan GEOLISTRIK ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu.

Kegiatan survey GEOLISTRIK ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

Chemical Pump

November 2, 2008 | Comments Off on Chemical Pump | Featured

Chemical Pumps are more durable than conventional pumps and move fluids in a variety of ways. There are three basic types of chemical pumps: centrifugal, metering, and positive displacement. Centrifugal pumps apply centrifugal force to generate velocity, use rotating impellers to increase velocity, and push fluids through an outlet valve. Metering pumps draw fluid into a chamber, close the inlet valve, and release fluid through the outlet valve. Positive displacement pumps use rollers, gears, or impellers to move fluid into a fixed cavity so that when liquid exits, the vacuum that is created draws in more fluid. Power sources for chemical pumps include AC or DC voltage, hydraulic or pneumatic systems, gasoline or diesel engines, and steam, water, and natural gas. With centrifugal pumps, the velocity of the liquid being pumped is converted into pressure.

These chemical pumps are used to move fluids with a water-like viscosity, or when flow quantities are large in comparison to pressure requirements. Metering pumps are used to pump a wider range of chemicals and feature a high level of repetitive accuracy. Capacity can be adjusted either manually or automatically. Like positive displacement pumps, metering pumps can use a variety of power sources and rollers, gears, or impellers to move fluids. Diaphragm pumps are common industrial pumps that use positive displacement to move liquids. Typically, these chemical pumps include a single diaphragm and chamber, as well as suction and discharge check valves to prevent backflow. Pistons are either coupled to the diaphragm, or used to force hydraulic oil to drive the diaphragm. Double diaphragm pumps are often part of fluid transfer systems where operators use switches or valves to control media flow continuously or on demand.

With double diaphragm pumps, two diaphragms are mechanically, hydraulically, or pneumatically oscillated to displace liquid. One chamber contains the actuator or power source, and the other contains the fluid media. Chemical pumps vary according to maximum discharge pressure, inlet size, discharge size, and media temperature. Gear pumps can transport high volume and pressure flows while dosing pumps can move low volumes of liquids at controllable discharge rates. Drum pumps are designed to transport or dispense the contents of drums, pails, or tanks. Injection pumps inject fluid into production systems. Ejector pumps move wastewater that cannot flow to its destination by means of gravity at a velocity of at least 2 feet per second. Motor-driven ejector pumps are often immersible and use a short shaft to connect the motor to the pump housing.

Chemical pumps are used in a wide variety of industries and applications. Some devices are used in power generation, oil and gas production, flood control, and mining. Others have automotive, food processing, or machine tool applications. Chemical pumps are also used in the pulp and paper industry, and in the manufacture of semiconductors. Cryogenic chemical pumps are rated for extremely cold temperatures. HVAC chemical pumps are used in heating, venting, and air conditioning.

News