<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sentratama Sejahtera - Surabaya distributor for centrifugal pump, submersible pump, and metering pump</title>
	<atom:link href="http://www.sentratamasejahtera.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sentratamasejahtera.com</link>
	<description>Ebara, Equal, Franklin, Grundfos, Lowara, Pulsafeeder, Torishima, Showfou, Tsurumi, Sihi, etc.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Feb 2011 07:11:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Centrifugal Pump</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/16/centrifugal-pump/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/16/centrifugal-pump/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 04:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump) Pompa sentrifugal adalah suatu Alat / mesin untuk memindahkan cairan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran impeler. Pompa sentrifugal mengubah enegi kecepatan menjadi energi tekanan. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin kecepatan karena semakin cepat putaran pompanya maka akan semakin tinggi tekanan (head) dihasilkan. Cara kerja pompa sentrifugal : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump)</strong></p>
<p><strong>Pompa sentrifugal</strong> adalah suatu Alat / mesin untuk memindahkan cairan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran impeler.</p>
<p>Pompa sentrifugal mengubah enegi kecepatan menjadi energi tekanan. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin kecepatan karena semakin cepat putaran pompanya maka akan semakin tinggi tekanan (head) dihasilkan.</p>
<p><strong>Cara kerja pompa sentrifugal :</strong></p>
<p>Cairan masuk ke impeler dengan arah aksial melalui mata impeler (impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu-sudu impeler (impeller vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeler.</p>
<p>Ketika cairan tersebut, meninggalkan impeler, cairan tersebut dikumpulkan didalam rumah pompa (casing). Salah satu desain casing dibentuk seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeler dan mengarahkannya ke discharge nozzle.</p>
<p>Discharge nozzle dibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan aliran yang tinggi dari impeler secara bertahap turun. Kerucut ini disebut difuser (diffuser).</p>
<p>Pada waktu penurunan kecepatan di dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi energi tekanan.</p>
<p><strong>Keuntungan dan kerugian pompa sentrifugal :</strong></p>
<p><strong>Keuntungannya :</strong></p>
<p>* Merupakan jenis yang paling umum/ banyak digunakan</p>
<p>* Konstruksinya sederhana</p>
<p>* Operasinya andal</p>
<p>* Harganya murah</p>
<p>* Kapasitasnya besar</p>
<p>* Efisiensinya bagus</p>
<p>* Dapat digunakan untuk suhu tinggi</p>
<p><strong>Kerugiannya :</strong></p>
<p>* Cocok untuk cairan yang viskositasnya rendah</p>
<p>* Tidak self priming, walaupun dengan desain khusus dapat dibuat menjadi self priming</p>
<p>* Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil</p>
<p><strong>Kapasitas Pompa</strong></p>
<p><strong>Kapasitas pompa</strong> adalah banyaknya cairan yang dapat dipindahkan oleh pompa setiap satuan waktu .</p>
<p>Dinyatakan dalam satuan volume per satuan waktu, seperti :</p>
<p>* Liter per detik (L/s)<br />
* Liter per menit (LPM)<br />
* Cubic meter per hour (m3/hr)</p>
<p><strong>Head Pompa</strong></p>
<p><strong>Head pompa</strong> adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan</p>
<p>sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair,</p>
<p>yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang (meter).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/16/centrifugal-pump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih Pompa</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/tips-memilih-pompa/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/tips-memilih-pompa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 02:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Teknis]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[TIPS MEMILIH POMPA Memilih pompa air yang tepat sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang penting anda memiliki informasi yang akurat sebelum membeli. Tanpa informasi tersebut bukan anda saja yang bingung, penjual pompa pun akan bingung memilihkan pompa yang tepat untuk anda. Untuk itu kami akan menjelaskan informasi apa saja yang diperlukan, dan berdasarkan informasi tersebut akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIPS MEMILIH POMPA</strong></p>
<p>Memilih pompa air yang tepat sebenarnya tidak terlalu sulit.</p>
<p>Yang penting anda memiliki informasi yang akurat sebelum membeli. Tanpa informasi tersebut bukan anda saja yang bingung, penjual pompa pun akan bingung memilihkan pompa yang tepat untuk anda.</p>
<p>Untuk itu kami akan menjelaskan informasi apa saja yang diperlukan, dan berdasarkan informasi tersebut akan didapat pompa jenis apa saja yang dapat anda gunakan.</p>
<p><strong>Informasi yang paling penting untuk anda ketahui adalah</strong></p>
<p>- jenis sumber air, apakah berasal dari sumur bor, sumur gali, penampungan air ?</p>
<p>- Setelah itu anda perlu mengetahui berapa kedalaman permukaan air sumber air terutama pada saat musim kemarau.</p>
<p><strong>Informasi </strong>mengenai kedalaman permukaan air <strong>seringkali salah</strong>, karena menurut pengalaman kami, yang sering diberikan oleh konsumen adalah kedalaman sumur.</p>
<p>Kedalaman sumur tentunya berbeda dengan kedalaman permukaan air. Yang pasti kedalaman sumur harus lebih dalam dari kedalaman permukaan air.</p>
<p>Kedalaman permukaan air adalah jarak dari permukaan air hingga ke pompa air secara vertical. Untuk mengetahui kedalaman permukaan air, biasanya anda tinggal bertanya kepada tukang bor-nya.</p>
<p>Biasanya mereka memiliki pengalaman untuk mengetahui berapa kedalaman permukaan air di tempat anda. Bila sumber air yang akan anda gunakan adalah sumber air yang lama, anda dapat mengukur sendiri ketinggian air dengan memasukkan paku yang diikat dengan benang.</p>
<p>Anda harus mengulur dan menarik tali tersebut, hingga pada ketinggian tertentu paku tersebut basah.</p>
<p>Pada informasi spesifikasi pompa air, anda dapat membandingkan kedalaman permukaan air dengan informasi daya hisap. Tetapi anda tidak dapat 100% berpatokan dengan informasi daya hisap,</p>
<p>karena umumnya standard yang digunakan oleh produsen pompa air adalah kedalaman permukaan air maksimal di mana air dapat terhisap.</p>
<p><strong>Maksimal belum tentu optimal</strong>, karena pada daya hisap maksimal, bisa jadi anda hanya mendapatkan air sejumlah 1 liter, dalam waktu 1 jam. Kami kira ini sangat tidak efisien.</p>
<p>Oleh karena itu, di sini kami akan berusaha menyampaikan permukaan air yang optimal atau maksimal yang layak digunakan untuk masing-masing jenis pompa air.</p>
<p>Dengan demikian anda memiliki gambaran pompa jenis apa yang tepat.</p>
<p>Bila kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, maka anda cukup menggunakan pompa sumur dangkal.</p>
<p>Jenis pompa air sumur dangkal di sini dapat berjenis manual atau otomatis, dengan daya listrik 125 watt atau 200 watt.</p>
<p>Pada pompa air sumur dangkal daya listrik yang lebih besar bukan berarti daya hisap semakin dalam, karena pada jenis pompa ini daya hisap optimal hanya hingga kurang lebih 7 meter.</p>
<p>Dengan daya 200 watt, kapasitas air, dalam arti volume air yang dikeluarkan oleh pompa per jam, lebih besar daripada yang 125 watt. Pada informasi spesifikasi pompa air, rata-rata produsen mencantumkan daya hisap 9 meter,</p>
<p>tetapi bila kedalaman permukaan air sumber air anda antara 7 hingga 9 meter, kami tidak menyarankan anda menggunakan pompa jenis ini. Perkecualian untuk pompa sumur dangkal,</p>
<p>berdasarkan pengalaman kami, pompa sumur dangkal ini sanggup menghisap secara optimal hingga kedalaman 8 meter. Beberapa tukang pompa, juga dapat menyarankan anda untuk menggantung pompa air di dalam sumur (bila sumur berjenis sumur gali), untuk mengejar kedalaman permukaan air,</p>
<p>sehingga anda dapat menghemat tanpa harus membeli pompa air tipe yang lebih tinggi dan tentunya lebih mahal. Tetapi anda harus mencermati, apakah kedalaman permukaan air sumur tersebut pada musim hujan dan kemarau berbeda jauh?</p>
<p>Karena jangan sampai pada musim hujan, ketinggian permukaan air dapat merendam pompa air anda, yang akhirnya malah merusak pompa air anda.</p>
<p>Seperti pompa air sumur dangkal, daya listrik yang lebih besar bukan berarti daya hisap yang lebih dalam, tetapi daya hisap yang lebih besar memiliki daya dorong yang lebih besar dan kapasitas air yang lebih besar pula.</p>
<p>Bila kedalaman permukaan sumber air anda lebih dari 9 meter, maka anda sebaiknya menggunakan pompa air berjenis jet pump. Dengan menggunakan pompa air jenis ini, maka sumur minimal harus memiliki diameter 4&#8243;, agar ventury jet dapat masuk ke dalam sumur. Berbeda dengan pompa sumur dangkal dan semi jet pump,pada pompa jenis ini, watt yang lebih besar memiliki daya hisap yang lebih dalam pula.</p>
<p>Untuk kedalaman permukaan air hingga 12 meter, anda dapat menggunakan pompa jet pump berdaya listrik 125 Watt atau 150 Watt.</p>
<p>Pompa jet pump berdaya listrik kecil ini, saat ini termasuk yang sulit ditemukan di pasaran</p>
<p>Pada informasi spesfikasi produk dari produsen pompa jenis ini umumnya disebut memiliki daya hisap hingga 15 meter. Untuk kedalaman permukaan air lebih dari 12 meter ada patokan standar yang umumnya sudah diketahui, yaitu : 15 meter adalah kedalaman maksimal yang optimal untuk pompa jet pump 250 Watt atau 300 Watt,</p>
<p>18 meter untuk yang berdaya 375 Watt, dan 20 meter untuk yang berdaya 500 Watt.</p>
<p>Lebih dari patokan tersebut umumnya kapasitas air yang keluar dari pompa air sudah tidak optimal untuk penggunaan yang sederhana sekali pun.</p>
<p>Standard atau patokan di atas dapat dikatakan sama untuk semua merk, sehingga pompa air berdaya sama tetapi berharga lebih mahal, tidak berarti memiliki daya hisap yang lebih baik.</p>
<p>Perbedaan harga pada masing-masing merk, lebih pada kualitas dari lilitan motor, yang mempengaruhi panjang pendek umur pompa, kualitas bahan body, komponen motor dan elektronik dan juga layanan purna jualnya.</p>
<p>Bila kedalaman permukaan air anda sudah melebih 20 meter, anda sudah sangat disarankan untuk menggunakan pompa air berjenis submersible.</p>
<p><strong>Informasi lainnya</strong> adalah hingga ketinggian berapa, air akan disalurkan. Daya dorong juga dipengaruhi oleh berapa kedalaman hisapnya. Makin pendek daya hisap, makin jauh daya dorongnya.</p>
<p>Bila menggunakan pompa jet pump atau semi jet dengan daya hisap optimal sesuai dengan standar di atas, sebaiknya anda menggunakan penampungan air yang dekat dengan pompa.</p>
<p>Sehingga anda perlu menggunakan 2 pompa, satu pompa untuk menghisap dari sumur, satu pompa lagi untuk menghisap dari penampungan ke penampungan di atas atau untuk langsung di pakai.</p>
<p>Kecuali anda menggunakan pompa tersebut hanya untuk keperluan satu lantai dengan 1 hingga 2 titik air saja.</p>
<p>Informasi lain yang perlu diketahui adalah berapa kapasitas daya listrik tempat anda, karena daya listrik pompa pada saat start selalu 2 kali daya listrik normalnya.</p>
<p>Sebagai contoh, pompa air sumur dangkal berdaya listrik 125 watt, pada saat start memerlukan daya listrik 250 watt. Bila anda hanya memiliki daya listrik 450 watt, anda tidak dapat menggunakan pompa jet pump atau pompa semi jet pump berdaya 250 Watt ke atas.</p>
<p>Bila anda memiliki daya 900 watt, anda dapat menggunakan jet pump hingga 375 Watt, tetapi mungkin perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan daya listrik anda 1300 watt, karena bila digabung dengan perangkat listrik dan elektronik lainnya bisa jadi kurang.</p>
<p>Yang perlu diperhatikan bila anda memilih menggunakan pompa jet pump berdaya 500 watt. Karena khusus untuk tipe ini daya listrik yang diperlukan pada saat start adalah 3 kali daya normal, sehingga menjadi 1500 watt.</p>
<p>Oleh karena itu untuk dapat menggunakan pompa ini, kapasitas daya listrik anda minimal sudah berdaya 2200 watt. Ada beberapa merk yang pompanya tetap hidup walaupun daya listrik anda 1300 watt, tetapi umumnya daya hisapnya menjadi jauh berkurang,</p>
<p>sehingga kami tetap menyarankan anda memiliki kapasitas daya listrik 2200 watt.</p>
<p>Informasi terakhir yang anda butuhkan tentunya adalah <strong>budget anda.</strong></p>
<p>Karena ini mempengaruhi merk apa yang akan beli. Perlu kami tekankan sekali lagi standard daya hisap di atas, dapat dikatakan sama untuk semua merk, baik itu merk kelas termurah, merk menengah, dan lain-lain, bahkan merk kelas atas.</p>
<p>Sehingga memilih merk yang sesuai tergantung dari budget dan juga preferensi merk yang anda miliki.</p>
<p>Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk memilih pompa air yang tepat.</p>
<p><strong>Sekali lagi selamat berbelanja !</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/tips-memilih-pompa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Proteksi Pompa</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sistem-proteksi-pompa/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sistem-proteksi-pompa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 02:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Teknis]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Proteksi Pompa Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal. Beberapa standar minimum paling tidak terdiri dari: 1. Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah dengan arah aliran keluaran pompa. 2. Proteksi terhadap overload. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sistem Proteksi Pompa</strong></p>
<p>Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal.</p>
<p>Beberapa standar minimum paling tidak terdiri dari:</p>
<p><strong>1. Proteksi terhadap aliran balik.</strong></p>
<p>Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan check valve yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah,</p>
<p>searah dengan arah aliran keluaran pompa.</p>
<p><strong>2. Proteksi terhadap overload</strong>.</p>
<p>Beberapa alat seperti pressure switch low, flow switch high, dan overload relay pada motor pompa dipasang</p>
<p>pada sistem pompa untuk menghindari overload.</p>
<p><strong>3. Proteksi terhadap vibrasi.</strong></p>
<p>Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan berkemungkinan merusak pompa.</p>
<p>Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah vibration switch dan vibration monitor.</p>
<p><strong>4. Proteksi terhadap minimum flow.</strong></p>
<p>Peralatan seperti pressure switch high (PSH), flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve</p>
<p>dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya minimum flow.</p>
<p><strong>5. Proteksi terhadap low NPSH available.</strong></p>
<p>Apabila pompa tidak memiliki NPSHa yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam pompa.</p>
<p>Beberapa peralatan safety yang ditambahkan pada sistem pompa ialah level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL).</p>
<p><strong>Beberapa istilah khusus yang sering berkaitan dengan pompa</strong>, ialah:</p>
<ol>
<li><strong>TDH = <em>Total Dynamic Head</em></strong>, yaitu besarnya head pompa. Merupakan selisih antara head discharge dengan head suction; terkadang disebut head atau total head.</li>
<li><strong>BEP = <em>Best Efficiency Point</em></strong>, yaitu kondisi operasi dimana pompa bekerja paling optimum.</li>
<li><strong>NPSHr = <em>Net Positive Suction Head required</em></strong>, yaitu nilai head absolut dari inlet pompa yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi.</li>
<li><strong>NPSHa = <em>Net Positive Suction Head available</em></strong>, yaitu nilai head absolut y ang tersedia pada inlet pompa.</li>
<li><strong>Kavitasi</strong>, yaitu kondisi dimana terjadinya <em>bubble </em>(gelembung udara) di dalam pompa akibat kurangnya NPSHa (terjadi vaporisasi) dan pecah pada saat bersentuhan dengan <em>impeller </em><em>atau casing</em>. Agar tidak terjadi kavitasi, maka NPSHa harus lebih besar dari NPSHr.</li>
<li><strong>Minimum flow</strong>, yaitu flow rate yang terkecil yang dibutuhkan agar pompa beroperasi dengan baik. Apabila laju alir lebih rendah dari minimum flow, pompa dapat mengalami kerusakan.</li>
<li><strong>Efficiency</strong>, yaitu besarnya perbandingan antara energi yang dipakai (input) dengan energi output pompa.</li>
<li><strong>BHP = brake horsepower</strong>, yaitu power (daya) yang dibutuhkan oleh pompa untuk bisa bekerja sesuai dengan kurvanya; memiliki satuan hp.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sistem-proteksi-pompa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gland packing &amp; Mechanical seal</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sekilas-glandpacking/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sekilas-glandpacking/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 02:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Teknis]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas Gland packing Apa itu Gland packing ? Gland packing atau Compression packing atau packing diciptakan sebagai sealing device (alat pengeblok), namun karena ia harus menetes, maka ia lebih tepat disebut sebagai restrictional device (alat penghalang). Gland packing lahir lebih dahulu dari MechanicalSeal. Biasanya dibuat dengan sistem jalinan atau anyaman dengan bentuk penampang kotak. Bahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sekilas Gland packing </strong></p>
<p>Apa itu Gland packing ?</p>
<p>Gland packing atau Compression packing atau packing diciptakan sebagai sealing device (alat pengeblok),</p>
<p>namun karena ia harus menetes, maka ia lebih tepat disebut sebagai restrictional device (alat penghalang).</p>
<p>Gland packing lahir lebih dahulu dari MechanicalSeal. Biasanya dibuat dengan sistem jalinan atau anyaman dengan bentuk penampang kotak.</p>
<p>Bahan penyusunnya bisa berupa graphite, Acrilic, PTFE, asbestos dan seterusnya.</p>
<p><strong>Definisi Mechanical Seal :</strong></p>
<p>Mechanical Seal, apabila diterjemahkan secara bebas, adalah alat pengeblok mekanis.</p>
<p>Namun penerjemahan tersebut menjadi lebih susah dimengerti dan dibayangkan bila dibandingkan pengertian teknisnya.</p>
<p>Mengapa ? Karena pengertian seal mekanis mengandung arti begitu luas.</p>
<p>Apakah semua tipe seal mekanis bisa disebut dengan mechanical seal ? O-ring merupakan seal mekanikal, demikian juga Labyrinth Seal, namun keduanya jelas bukan MechanicalSeal.</p>
<p>Mechanical seal yang dimaksud adalah suatu tipe Seal yang dipakai pada pompa-pompa kelas industri, agitator, mixer, chiller dan semua rotating equipment (mesin-mesin yang berputar).</p>
<p>Untuk itu mechanical seal pada dasarnya adalah masuk golongan seal.</p>
<p><strong>Analisa kegagalan Mechanical Seal :</strong></p>
<p>Berikut cara menemukan penyebab  masalah pompa centrifugal dan mechanical seal.</p>
<p>Suatu metode unik dalam memecahkan permasalahan kegagalan mekanikal dengan Konsep yang sederhana tapi ampuh,</p>
<p>dimana hal yang biasanya tidak terpecahkan akhirnya terjawab saat diberikan pertanyaan &#8220;<strong>mengapa</strong>&#8221;</p>
<p>dan jawaban yang masuk akal diberikan untuk setiap pertanyaan &#8220;<strong>mengapa</strong>&#8220;.</p>
<p>Metoda tersebut bisa kita aplikasikan untuk mengatasi masalah mechanical seal pada pompa centrifugal.</p>
<p>Sebagai contoh:</p>
<p>1. Mengapa Mechanical Seal gagal ?</p>
<p>* Sealfaces yang telah dilapping, terpisah dan butiran solid terselip ditengahnya (kita ketahui bahwa partikel solid tidak mungkin bisa masuk jika sealfaces tidak terpisah/terbuka).</p>
<p>2. Mengapa Sealfaces terbuka / terpisah ?</p>
<p>* Set screw yang mencengkeram seal meleset dari tempat awalnya akibat kombinasi vibrasi dan tekanan fluida.</p>
<p>3. Set screw seharusnya tidak boleh terpeleset. Mengapa bisa lepas ?</p>
<p>* Mechanical Seal dipasang di sleeve yang diperkeras/dilapisi (hardened sleeve).</p>
<p>4. Mengapa Mechanical Seal dipasang di sleeve tersebut ?</p>
<p>* Sebenarnya sealing device yang sebelumnya dipakai di pompa tersebut adalah packing, saat diganti ke MechanicalSeal, dipakai sleeve yang diperkeras dari stok gudang yang biasanya dipakai untuk packing. Sleeve untuk packing kan semua diperkeras agar mampu menahan gesekan dan mengurangi aus akibat packing.</p>
<p>5. Mengapa orang mechanic tidak bisa membedakan sleeve yang diperkeras dengan yang biasa ?</p>
<p>* Sleeve yang diperkeras dan yang biasa disimpan di kotak yang sama di Gudang.</p>
<p>6  Mengapa disimpan di kotak penyimpanan yang sama ?</p>
<p>* Karena baik sleeve yang diperkeras dengan yang biasa memiliki part number yang sama.</p>
<p>7. Mengapa seal yang diperkeras dan yang biasa memiliki part number yang sama?</p>
<p>* Sebaiknya part number memang dibedakan. Sekali saja masalah ini dikoreksi maka kegagalan-kegagalan MechanicalSeal serupa tidak akan terjadi lagi.</p>
<p>Nah, sekarang Anda temukan keampuhannya bukan? Tidak perlu diulangi lagi bahwa Anda mungkin perlu lebih jauh mendalami dengan memberikan lebih banyak pertanyaan &#8220;<strong>mengapa</strong>&#8220;.</p>
<p><strong>Contoh lainnya:</strong></p>
<p>1. Mengapa MechanicalSeal gagal?</p>
<p>* Pompa mengalami kapitasi dan getarannya menyebabkan carbon sealface retak.</p>
<p>2. Mengapa pompa mengalami kapitasi?</p>
<p>* Tidak cukup fluida di suction line.</p>
<p>3. Mengapa tidak cukup fluida di suction line?</p>
<p>* Level fluida di tangki terlalu rendah.</p>
<p>4. Mengapa level di tangki terlalu rendah?</p>
<p>* Mungkin level switch mekanis yang terapung ternyata putus pelampungnya karena korosi sehingga tidak reliable dan memberikan informasi yang keliru.</p>
<p>dan Seharusnya tangki sudah terisi secara otomatis. Penggunaaan sensor level adalah pemecahannya.</p>
<p>Nah, Para Sahabat,ini adalah cara pemecahan masalah yang cukup ampuh menelusuri permasalahan mekanikal.</p>
<p><strong>Silakan dicoba dan semoga dapat digunakan dengan baik.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/03/14/sekilas-glandpacking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Submersible Sump Pump</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/01/19/submersible-pump-2/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/01/19/submersible-pump-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 08:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Sump Pumps are used in applications where excess water must be pumped away from a particular area. They generally sit in a basin or sump that collects this excess water, hence the name basin sump pump, or simply sump pump. While most people are familiar with sump pumps due to their high level of residential [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sump Pumps</strong> are used in applications where excess water must be pumped away from a particular area. They generally sit in a basin or sump that collects this excess water, hence the name basin sump pump, or simply sump pump. While most people are familiar with sump pumps due to their high level of residential use, Sump Pumps in this context purely refers to the industrial styles. Sump pumps, in general, is a category that encompasses a number of styles of pumps that are used to pump out collected fluid. This classification includes bilge and ballast pumps, centrifugal pumps, cantilever pumps, sewage pump pumps, submersible sump pumps and utility pumps, among others. All of these styles may be driven by any of the following power sources, AC power, DC power, hydraulically actuation, or water powered sump pumps.</p>
<p style="text-align: justify;">
When selecting between the available styles of sump pumps, the most important specifications to consider include the size of the pump and the size of the sump pump pit into which it will be placed, as well as maximum discharge flow, maximum discharge pressure, discharge size, and media temperature. In general sump pumps are known for their reliability, as they are the first line of defense against the potential disasters associated flooding. Sometimes, however, sump pumps do break down and the resultant damage to equipment and the time and money lost due to clean-up and down-time can be staggering. To solve this problem, there are battery back-up sump pumps, which can function if the main power system breaks down. Back-up sump pumps are a wise choice if one thinks of the potential disasters.</p>
<p style="text-align: justify;">
Additionally, routine maintenance and sump pump repair schedules should be adhered to, to make sure that proper functionality is maintained. Periodic inspection of the sump pump pit should also be conducted to make sure that large solids or other items are not in a position that could clog the pump system and cause failure</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2009/01/19/submersible-pump-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deep Well Submersible Motor</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/23/submersible-motor-2/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/23/submersible-motor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 17:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Motor Submersible Deep Well untuk pompa sumur dalam dia 4&#8243; ~ 6&#8243; atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat FRANKLIN Electric motor dapat dipasang di setiap pompa Submersible berbagai merk, dengan pendingin hanya air bersih biasa, Starter DOL maupun Star Delta, Frekuensi 50 / 60 Hz Bahan Stainless Steel 316 dapat dilayani atas permintaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Motor Submersible Deep Well untuk pompa sumur dalam dia 4&#8243; ~ 6&#8243; atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat</strong></p>
<p><strong>FRANKLIN Electric motor</strong> dapat dipasang di setiap pompa Submersible berbagai merk, dengan pendingin hanya air bersih biasa, Starter DOL maupun Star Delta, Frekuensi 50 / 60 Hz</p>
<p>Bahan Stainless Steel 316 dapat dilayani atas permintaan</p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS</strong></p>
<p>Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih.</p>
<p>Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.</p>
<p>Dengan menggunakan SUMUR BOR DALAM (DEEP WELL DRILLING) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek / tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter.</p>
<p>Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai , kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa .</p>
<p>Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.</p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS MENGATASI AIR KUNING, BAU / ZAT BESI YANG TINGGI</strong></p>
<p>Di sebagian besar wilayah Indonesia, banyak dikeluhkan kondisi air yang kuning, Bau besi atau bau karat serta mengandung Zat besi ( Fe ) yang diambang batas yang diperbolehkan oleh PDAM/PAM.</p>
<p>Hal ini dikeluhkan karena sifatnya yang merusak jika digunakan, Kondisi ini banyak merugikan pengguna air, Biasanya dengan melakukan pengeboran yang dalam Kondisi air ini dapat diatasi,</p>
<p>hanya saja di beberapa daerah kondisi pengeboran yang dikarenakan lokasi di kedalaman tertentu memiliki kontur tanah berbatu sehingga untuk beberapa perusahaan pengeboran local (Tukang Pantek sumur) tidak dapat diatasi karena keterbatasan alat-alat pengeboran.</p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS UNTUK MENGATASI AIR ASIN / BERGARAM</strong></p>
<p>Di beberapa daerah di pesisir pantai kebutuhan air tanah atau air tawar juga sangat tinggi , dikarenakan air tanah yang tawar ini merupakan kebutuhan vital bagi sumber kehidupan penduduk di sekitarnya.</p>
<p>Hanya saja kegiatan explorasi untuk memperoleh air tawar dan bersih di lokasi pesisir pantai dirasa cukup sulit hal ini dikarenakan pengeboran yang relative sangat dalam bahkan bisa mencapai 200 meter lebih.</p>
<p>Dengan pembuatan sumur bor air dalam/artesis kesulitan untuk memperoleh air bersih ini dapat dilakukan dengan baik, dan banyak hotel, resort yang dipinggir pantai memanfaatkan sumber air ini untuk aktifitas komersial mereka.</p>
<p><strong>PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK</strong></p>
<p>Salah satu tekhnik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (AKUIFER) adalah dengan metoda GEOLISTRIK.</p>
<p>Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (AKUIFER) di dalam tanah.</p>
<p>Dengan menggunakan tekhnik RESISTIVITY maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air.</p>
<p>Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik .</p>
<p>Dikarenakan Peralatan GEOLISTRIK ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu.</p>
<p>Kegiatan survey GEOLISTRIK ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/23/submersible-motor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metering Pump</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/metering-pump/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/metering-pump/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 04:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[PULSAFEEDER Metering Pump adalah pompa pembubuh cairan kimia berkualitas tinggi yang menggunakan system Mechanical dan Electronic Diaphragm Keistimewaan : Pembatas tekanan, pompa akan berhenti secara otomatis bila mengalami tekanan balik Komponen pompa terbuat dari bahan tahan kimia seperti SAN / PVC / PP / Teflon / PVDF Kontruksi modular, komponennya mudah diganti, tidak perlu alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<p><style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>PULSAFEEDER Metering Pump</strong> adalah pompa pembubuh cairan kimia berkualitas tinggi yang menggunakan system Mechanical dan Electronic Diaphragm</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Keistimewaan :</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pembatas tekanan, pompa akan berhenti secara otomatis bila mengalami tekanan balik</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Komponen pompa terbuat dari bahan tahan kimia seperti SAN / PVC / PP / Teflon / PVDF</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kontruksi modular, komponennya mudah diganti, tidak perlu alat khusus</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Metering Pumps</strong> are positive displacement chemical dosing devices with the ability to vary capacity manually or automatically, as process conditions require. Metering pumps feature a high level of repetitive accuracy and are capable of pumping a wide range of chemicals including acids, bases, corrosives, or viscous liquids and slurries. Metering pumps are usually driven by a constant speed AC motor, although different drive mechanisms may be used depending upon the application at hand including fixed speed, variable speed, electric drive, solenoid drive, and magnetic drive. The drive mechanism translates the rotary motion of the driver into reciprocating movement. Industrial duty metering pumps will submerge this portion of the pump in an oil bath to assure reliability during continuous operation. Pump flow rate is adjustable by varying stroke length, effective stroke length or stroking speed.</p>
<p style="text-align: justify;">Most metering pumps are supplied with a micrometer screw adjustment. An electronic or pneumatic actuator may be used to replace the micrometer, if the pump flow rate needs to be altered in response to a process signal. Changing the number of pump heads in use by the device is another way to increase pump flow rate. Metering pumps with two heads can double the flow capacity of a single pump device. Pumps are also available with three or more heads to maximize flow rate. Metering pumps transfer media in two stages: the intake stroke and the output stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">During the intake stroke, liquid is pulled into the pump cavity past the inlet check valve. During the output stroke, the inlet valve closes; the outlet valve opens, and the fluid is forced out. The flow may be varied by changing the stroke length or by adjusting the cycle frequency.Metering pumps are generally used in applications where one or more of the following conditions exist: low flow rates in mL/hr or GPH are required; high accuracy feed is required; high system pressure; corrosive, hazardous, or high temperature media is being transported; the media has a high viscosity or is a slurry; dosing is controlled by computer, microprocessor, DCS, PLC, or flow proportioning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/metering-pump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Submersible Deep Well Pump</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/submersible-pump/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/submersible-pump/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 04:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Submersible Deep Well Pump adalah pompa sumur dalam dia 4″ ~ 6″ atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat SUMUR BOR DALAM / ARTESIS Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih. Penggunaan Filter air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p><strong>Submersible Deep Well Pump adalah pompa sumur dalam dia 4″ ~ 6″ atau lebih yang terbuat dari baja tahan karat</strong></p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS</strong></p>
<p>Sumur Bor dalam (DEEP WELL DRILLING) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih.</p>
<p>Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.</p>
<p>Dengan menggunakan SUMUR BOR DALAM (DEEP WELL DRILLING) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek / tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter.</p>
<p>Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai , kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa .</p>
<p>Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.</p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS MENGATASI AIR KUNING, BAU / ZAT BESI YANG TINGGI</strong></p>
<p>Di sebagian besar wilayah Indonesia, banyak dikeluhkan kondisi air yang kuning, Bau besi atau bau karat serta mengandung Zat besi ( Fe ) yang diambang batas yang diperbolehkan oleh PDAM/PAM.</p>
<p>Hal ini dikeluhkan karena sifatnya yang merusak jika digunakan, Kondisi ini banyak merugikan pengguna air, Biasanya dengan melakukan pengeboran yang dalam Kondisi air ini dapat diatasi,</p>
<p>hanya saja di beberapa daerah kondisi pengeboran yang dikarenakan lokasi di kedalaman tertentu memiliki kontur tanah berbatu sehingga untuk beberapa perusahaan pengeboran local (Tukang Pantek sumur) tidak dapat diatasi karena keterbatasan alat-alat pengeboran.</p>
<p><strong>SUMUR BOR DALAM / ARTESIS UNTUK MENGATASI AIR ASIN / BERGARAM</strong></p>
<p>Di beberapa daerah di pesisir pantai kebutuhan air tanah atau air tawar juga sangat tinggi , dikarenakan air tanah yang tawar ini merupakan kebutuhan vital bagi sumber kehidupan penduduk di sekitarnya.</p>
<p>Hanya saja kegiatan explorasi untuk memperoleh air tawar dan bersih di lokasi pesisir pantai dirasa cukup sulit hal ini dikarenakan pengeboran yang relative sangat dalam bahkan bisa mencapai 200 meter lebih.</p>
<p>Dengan pembuatan sumur bor air dalam/artesis kesulitan untuk memperoleh air bersih ini dapat dilakukan dengan baik, dan banyak hotel, resort yang dipinggir pantai memanfaatkan sumber air ini untuk aktifitas komersial mereka.</p>
<p><strong>PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK</strong></p>
<p>Salah satu tekhnik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (AKUIFER) adalah dengan metoda GEOLISTRIK.</p>
<p>Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (AKUIFER) di dalam tanah.</p>
<p>Dengan menggunakan tekhnik RESISTIVITY maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air.</p>
<p>Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik .</p>
<p>Dikarenakan Peralatan GEOLISTRIK ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu.</p>
<p>Kegiatan survey GEOLISTRIK ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/12/16/submersible-pump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chemical Pump</title>
		<link>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/11/02/chemical-pump/</link>
		<comments>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/11/02/chemical-pump/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 03:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sentratamasejahtera.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Chemical Pumps are more durable than conventional pumps and move fluids in a variety of ways. There are three basic types of chemical pumps: centrifugal, metering, and positive displacement. Centrifugal pumps apply centrifugal force to generate velocity, use rotating impellers to increase velocity, and push fluids through an outlet valve. Metering pumps draw fluid into [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><strong>Chemical Pumps</strong> are more durable than conventional pumps and move fluids in a variety of ways. There are three basic types of chemical pumps: centrifugal, metering, and positive displacement. Centrifugal pumps apply centrifugal force to generate velocity, use rotating impellers to increase velocity, and push fluids through an outlet valve. Metering pumps draw fluid into a chamber, close the inlet valve, and release fluid through the outlet valve. Positive displacement pumps use rollers, gears, or impellers to move fluid into a fixed cavity so that when liquid exits, the vacuum that is created draws in more fluid. Power sources for chemical pumps include AC or DC voltage, hydraulic or pneumatic systems, gasoline or diesel engines, and steam, water, and natural gas. With centrifugal pumps, the velocity of the liquid being pumped is converted into pressure.</p>
<p>These chemical pumps are used to move fluids with a water-like viscosity, or when flow quantities are large in comparison to pressure requirements. Metering pumps are used to pump a wider range of chemicals and feature a high level of repetitive accuracy. Capacity can be adjusted either manually or automatically. Like positive displacement pumps, metering pumps can use a variety of power sources and rollers, gears, or impellers to move fluids. Diaphragm pumps are common industrial pumps that use positive displacement to move liquids. Typically, these chemical pumps include a single diaphragm and chamber, as well as suction and discharge check valves to prevent backflow. Pistons are either coupled to the diaphragm, or used to force hydraulic oil to drive the diaphragm. Double diaphragm pumps are often part of fluid transfer systems where operators use switches or valves to control media flow continuously or on demand.</p>
<p>With double diaphragm pumps, two diaphragms are mechanically, hydraulically, or pneumatically oscillated to displace liquid. One chamber contains the actuator or power source, and the other contains the fluid media. Chemical pumps vary according to maximum discharge pressure, inlet size, discharge size, and media temperature. Gear pumps can transport high volume and pressure flows while dosing pumps can move low volumes of liquids at controllable discharge rates. Drum pumps are designed to transport or dispense the contents of drums, pails, or tanks. Injection pumps inject fluid into production systems. Ejector pumps move wastewater that cannot flow to its destination by means of gravity at a velocity of at least 2 feet per second. Motor-driven ejector pumps are often immersible and use a short shaft to connect the motor to the pump housing.</p>
<p>Chemical pumps are used in a wide variety of industries and applications. Some devices are used in power generation, oil and gas production, flood control, and mining. Others have automotive, food processing, or machine tool applications. Chemical pumps are also used in the pulp and paper industry, and in the manufacture of semiconductors. Cryogenic chemical pumps are rated for extremely cold temperatures. HVAC chemical pumps are used in heating, venting, and air conditioning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sentratamasejahtera.com/2008/11/02/chemical-pump/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

